{
  "version": 3,
  "sources": ["ssg:https://framerusercontent.com/modules/TreUXwXrZoS5DNX9aTQ4/2zFT75Y6LN2mPexubPxs/tBmMhrwRA-4.js"],
  "sourcesContent": ["import{jsx as a,jsxs as n}from\"react/jsx-runtime\";import*as e from\"react\";export const richText=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Jakarta, 11 Juni 2025 \u2014 Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), sebagai salah satu anggota \",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"Multi-Stakeholder Group\"}),\" (MSG), turut hadir dalam rapat konsultasi yang diselenggarakan oleh Sekretariat EITI Indonesia bersama para pemangku kepentingan lainnya. Pertemuan ini membahas rencana kerja EITI Indonesia tahun 2025 dan bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong tata kelola industri ekstraktif yang lebih transparan dan akuntabel.\"]}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam di Kementerian ESDM, Lana Saria, menegaskan komitmen pemerintah terhadap pelaksanaan hilirisasi sektor pertambangan serta peningkatan transparansi dalam tata kelola industri ekstraktif di Indonesia. Dalam sambutannya, Lana menyampaikan bahwa sektor energi global tengah mengalami transformasi besar menuju solusi berkelanjutan dan rendah karbon. Indonesia, sebagai negara dengan cadangan strategis, diharapkan dapat memainkan peran penting dalam mendukung transisi energi global tersebut.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Dalam forum tersebut, Sekretariat EITI Indonesia memaparkan laporan pelaksanaan kegiatan sepanjang tahun 2024, rencana kerja tahun 2025, serta perkembangan penyusunan laporan EITI Indonesia ke-11 yang saat ini masih berlangsung. Forum MSG ini menjadi ruang dialog penting antara pemerintah, badan usaha, asosiasi industri, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil untuk memastikan agenda transparansi sektor ekstraktif berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Dalam sesi laporan subsektor mineral dan batubara (minerba), terungkap bahwa dari total 100 perusahaan yang dikategorikan material yang terdiri atas 50 perusahaan mineral berproduksi terbesar dan 50 perusahaan batubara dengan penjualan terbesar, baru 28 perusahaan yang menyerahkan laporan untuk periode 2022\u20132023. Artinya, baru 28% perusahaan yang memenuhi kewajiban pelaporan, sementara 72% sisanya belum melaporkan data.\"}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Selain itu, hasil validasi dari EITI Internasional menunjukkan bahwa Indonesia hanya meraih skor 67 dari 100 poin. Skor ini dikategorikan sebagai \u201C\",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"very low\"}),\"\u201D, yang mencerminkan masih lemahnya kualitas tata kelola sektor ekstraktif nasional. Salah satu catatan utama dalam penilaian tersebut adalah rendahnya tingkat keterlibatan aktif instansi pemerintah dalam proses pelaksanaan EITI.\"]}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Sebagai bagian dari MSG, APBI \u2013 ICMA juga menyampaikan pentingnya keterbukaan informasi terkait perusahaan-perusahaan yang belum memenuhi kewajiban pelaporan. Data ini dibutuhkan agar asosiasi dapat menindaklanjuti langsung kepada anggotanya guna meningkatkan partisipasi dalam pelaporan EITI.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Melalui forum ini, EITI Indonesia berharap seluruh pemangku kepentingan terus membangun sinergi untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta kepercayaan publik terhadap pengelolaan sumber daya alam nasional.\"})]});export const richText1=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"APBI-ICMA turut berpartisipasi dalam Forum Koordinasi Nasional bertajuk \u201CUji Tuntas HAM: Alat Analisis Risiko yang Inklusif dan Relevan untuk Transisi Energi\u201D, yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI bersama sejumlah mitra internasional pada 5 Juni 2025. Forum ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kerangka perlindungan hak asasi manusia (HAM) dalam konteks industri ekstraktif dan transisi menuju energi berkelanjutan.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Wakil Menteri Hukum dan HAM RI, Mugiyanto, menegaskan bahwa pelaku usaha di era pembangunan berkelanjutan tidak hanya dituntut mencetak pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan etis terhadap masyarakat dan lingkungan. Hal ini diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025\u20132045, yang secara eksplisit memandatkan audit HAM terhadap korporasi serta integrasi prinsip HAM ke dalam kebijakan dan program pembangunan nasional.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Forum ini juga memperkenalkan kerangka due diligence HAM sebagaimana diatur dalam panduan OECD, yang mencakup enam tahap mulai dari identifikasi risiko, tindakan perbaikan, pemantauan efektivitas, hingga komunikasi transparan kepada publik. Meski praktik uji tuntas telah dikenal di sektor mineral, pendekatan terkini menekankan pentingnya inklusivitas, konteks lokal, dan relevansi terhadap agenda transisi energi nasional.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Sesi panel diskusi menghadirkan pemangku kepentingan global seperti Cobalt Institute, Nickel Institute, IRMA, RMI, dan Coppermark. Mereka membagikan praktik terbaik dan pelajaran dari berbagai negara dalam menerapkan due diligence HAM. Lima poin kunci yang menjadi fokus forum mencakup: pentingnya standarisasi proses uji tuntas, manfaat bisnis jangka panjang, praktik baik yang bisa direplikasi, tantangan di lapangan, serta rekomendasi konkret untuk konteks Indonesia.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Dengan kolaborasi lintas sektor dan pendekatan yang lebih inklusif, forum ini menjadi langkah awal strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam memastikan transisi energi yang adil, transparan, dan berperspektif HAM.\"})]});export const richText2=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"APBI-ICMA menjadi salah satu panelis dalam diskusi bertajuk \u201CImproving Reliability, Decarbonization, and Energy Efficiency in Coal Mining Operations\u201D yang berlangsung pada 4 Juni 2025 dalam rangkaian acara Indonesia Critical Mineral 2025. Diskusi ini dimoderatori oleh Ghee Peh, Energy Finance Analyst dari Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA), dan menghadirkan berbagai perspektif dari sektor perbankan, asosiasi industri, hingga lembaga pemantau praktik pertambangan berkelanjutan.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Dendi Ramdani, Vice President for Industry and Regional Research PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., membuka diskusi dengan menyoroti tren konsumsi energi Indonesia dalam dua dekade terakhir. Ia mencatat bahwa kontribusi batubara terhadap konsumsi energi primer meningkat dari sekitar 10% pada tahun 2000 menjadi hampir 50% saat ini, bahkan melampaui porsi sektor kelistrikan.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Dendi memaparkan dua skenario masa depan, yakni business as usual dan Net Zero Emissions (NZE). Dalam skenario NZE, penggunaan batubara diproyeksikan turun drastis dalam 35\u201340 tahun ke depan, digantikan oleh energi terbarukan hingga 70% dalam bauran energi nasional. Namun demikian, potensi besar seperti 5 GW pembangkit tenaga air dan sumber daya surya masih belum tergarap optimal akibat hambatan kebijakan dan kurangnya insentif. Ia menekankan bahwa percepatan transisi energi membutuhkan perbaikan regulasi, bukan hanya ketergantungan pada teknologi.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Menanggapi dari sisi pelaku industri, FH Kristiono, Deputy Secretary General APBI\u2013ICMA, menyampaikan berbagai inisiatif efisiensi dan dekarbonisasi yang telah dilakukan oleh perusahaan tambang batubara. Mulai dari penggunaan bahan bakar rendah emisi seperti B40, penerapan teknologi digital untuk menurunkan jejak karbon, hingga keterlibatan aktif dalam program keberlanjutan seperti PROPER dan GMP Awards. Menurutnya, dekarbonisasi harus dilakukan secara menyeluruh dari proses operasional hingga reklamasi.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Kris menambahkan bahwa emisi CO\u2082 per kapita Indonesia yang masih rendah, sebesar 2,3 ton dibandingkan rata-rata global 4,5 ton. Hal ini menunjukkan bahwa energi murah seperti batubara masih relevan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 8%. Namun, transisi menuju NZE tetap membutuhkan investasi masif, termasuk sekitar USD 1 triliun untuk pembangunan infrastruktur transmisi. Tiga prasyarat utama menurutnya adalah investasi awal yang besar, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan pasokan energi terbarukan yang andal.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Melengkapi diskusi dari sisi keberlanjutan dan pemantauan independen, Andre Barahamin dari Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA) menggarisbawahi masih dominannya penggunaan batubara di sektor mineral kritis, meskipun permintaan terhadap mineral ini meningkat pesat untuk mendukung transisi energi global. Ia menekankan pentingnya adopsi teknologi energi alternatif yang lebih bersih dalam operasi pertambangan, mengingat ketersediaan teknologinya sudah cukup memadai namun belum diimplementasikan secara luas.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Diskusi ini menegaskan bahwa transformasi sektor pertambangan tidak cukup hanya berbasis teknologi, tetapi membutuhkan perubahan paradigma menuju praktik yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan. Kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memastikan transisi energi berjalan adil dan efektif tanpa meninggalkan aspek ekonomi dan sosial.\"})]});export const richText3=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) turut menghadiri \",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"The 2nd Human Capital Summit of Energy 2025\"}),\" yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (3/6). Acara mengusung tema \u201C\",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"Accelerating the Workforce Transformation for Downstream Growth and Energy Security towards Energy Transition in Indonesia\"}),\"\u201D, forum ini menjadi ajang strategis mempercepat transformasi tenaga kerja sektor energi menuju transisi yang berkelanjutan.\"]}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam sambutan kuncinya menegaskan pentingnya kesiapan sumber daya manusia menghadapi tantangan global dan memperkuat kemandirian energi nasional. Ia menyebut tiga agenda prioritas yang akan menyerap 6,2 juta tenaga kerja baru: peningkatan kapasitas produksi, digitalisasi lintas sektor, serta konsistensi kebijakan transisi energi.\"}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Sesi diskusi panel membahas transformasi industri pertambangan menuju era \",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"Net Zero Emission\"}),\". Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menekankan pentingnya perencanaan eksplorasi dan penguatan kapasitas nasional melalui BPSDM ESDM dan sistem pelaporan cadangan berbasis \",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"Competent Person Indonesia\"}),\" (CPI). Ia juga menyoroti kebutuhan mendesak tenaga ahli eksplorasi dan estimasi sumber daya mineral dan batubara.\"]}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Sementara itu, Dirjen Minerba, Tri Winarno, menyoroti industrialisasi sektor pertambangan sebagai strategi keluar dari \",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"middle income trap\"}),\" menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan pentingnya hilirisasi mineral dan batubara untuk menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja. Tri juga mengungkap target bauran energi baru terbarukan (EBT) dalam RUPTL 2029\u20132034 dan penggunaan teknologi rendah emisi pada PLTU serta gasifikasi batubara seperti DME sebagai langkah diversifikasi energi.\"]}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Tri menambahkan, sejumlah perusahaan tambang mulai menggunakan tenaga surya dan baterai dalam operasional, termasuk untuk alat berat, sebagai langkah konkret menuju pertambangan rendah karbon. Ia juga menekankan pentingnya reklamasi pascatambang yang sesuai peruntukan akhir dan perlunya regulasi inklusif dalam menghadapi kompleksitas hampir 5.000 izin tambang di Indonesia.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Dari perspektif industri, Dirjen ILMATE Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menyoroti pentingnya integrasi lintas sektor dalam program hilirisasi. Ia mengungkap kebutuhan tenaga kerja sektor industri logam dan mineral bisa mencapai 142 ribu orang hingga 2029, namun saat ini belum dapat sepenuhnya dipenuhi oleh sistem pendidikan nasional. Untuk itu, pendidikan vokasi dinilai lebih siap menjawab kebutuhan industri berbasis teknologi tinggi.\"}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Setia juga menekankan pentingnya dekarbonisasi sektor industri yang menyumbang 64% emisi nasional, dan menyampaikan bahwa Kemenperin tengah menyusun peta jalan dekarbonisasi serta mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan, seperti \",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"Hydrometallurgical Processing\"}),\" untuk industri nikel.\"]}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Dalam sesi akhir, Benny Alexander FD. Wiwoho, Direktur Strategic Support & Human Capital PT INALUM, menjelaskan strategi MIND ID membangun \",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"green talent\"}),\" melalui lima pendekatan: budaya sadar lingkungan, teknologi berkelanjutan, rantai pasok hijau, kesadaran risiko lingkungan, serta rehabilitasi berbasis pertanian berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan berkelanjutan menjadi kunci menjaga eksistensi industri pasca eksploitasi sumber daya alam.\"]}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Melalui pertemuan ini, pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat sinergi dalam menciptakan SDM yang kompeten dan berkelanjutan sebagai fondasi utama transisi energi Indonesia.\"})]});export const richText4=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"APBI-ICMA menjadi salah satu narasumber dalam diskusi bertajuk \u201CBatu Bara dan Kedaulatan Energi Nasional: Menjembatani Realitas Ekonomi dan Komitmen Iklim\u201D (28/5). Acara ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, industri, hingga akademisi dan investor, dengan CEO Investortrust.id, Primus Dorimulu, sebagai moderator.\"}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Surya Herjuna, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara, menyampaikan pentingnya peran batubara dalam perekonomian nasional. Tahun lalu, sektor ini menyumbang Rp140 triliun dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Selain menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional untuk PLTU, industri semen, pupuk, dan sektor lain, pemerintah terus mendorong agar nilai ekonomi batubara diperkuat melalui hilirisasi dan penerapan teknologi bersih seperti gasifikasi dan proyek \",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"Dimethyl Ether\"}),\" (DME) sebagai substitusi LPG impor.\"]}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM, Nurul Ichwan, menyoroti pentingnya sinergi \",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"triple helix\"}),\" antara pemerintah, industri, dan akademisi untuk menyiapkan SDM yang mampu bersaing dalam industri energi rendah emisi. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi jangka menengah ini menjadi fondasi penting dalam perjalanan transisi energi Indonesia.\"]}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Sementara itu, Gita Mahyarani, Plt. Direktur Eksekutif APBI-ICMA, menekankan pentingnya transisi energi yang adil. Ia menguraikan kompleksitas tantangan yang dihadapi industri batu bara, mulai dari tekanan biaya, penurunan permintaan akibat merosotnya permintaan dari Tiongkok dan India, hingga volatilitas harga. Ia menyampaikan pandangannya bahwa mekanisme Harga Batubara Acuan (HBA) masih memiliki ruang untuk penyempurnaan agar lebih selaras dengan dinamika harga pasar.\"}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa upaya hilirisasi dan pemanfaatan teknologi bersih seperti gasifikasi memang terus dijalankan, namun implementasinya kerap terhambat oleh berbagai persoalan struktural. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain mencakup tingginya biaya investasi, belum optimalnya penyerapan pasar, serta ketidakpastian regulasi, termasuk dalam program CCS, \",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"co-firing\"}),\" biomassa serta kebijakan B40 yang meningkatkan biaya operasional perusahaan tambang. Meski dalam RUPTL masih membutuhkan batubara, tekanan terhadap sektor ini masih ada.\"]}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Singgih Widagdo, Ketua IMEF, mengajak agar arah transisi energi tidak semata didorong oleh kebijakan, tetapi juga memperhatikan kemampuan teknis dan keekonomian proyek. Ia menyoroti proyek DME sebagai contoh, di mana pelaksana ideal seharusnya berasal dari industri kimia, bukan pertambangan.\"}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Ia menekankan bahwa belum semua pemegang izin tambang diwajibkan melakukan hilirisasi, kecuali bagi PKP2B yang berubah menjadi IUPK. Namun, realisasi di lapangan kerap terhambat oleh keterbatasan modal dan belum adanya pasar yang jelas. \u201CTransformasi dari \",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"resources for revenue\"}),\" menuju \",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"resources for sustainable era\"}),\" membutuhkan rencana, pembiayaan, dan pembagian peran yang matang,\u201D tegasnya.\"]}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"FH Kristiono Ketua Bidang Kajian Batubara PERHAPI menambahkan, pelaku tambang di wilayah terpencil seperti Sumatera Selatan menghadapi tantangan infrastruktur. Tanpa akses jalan atau pelabuhan, cadangan hanya akan menjadi angka di atas kertas. \u201CResources will never become reserves jika tidak ada infrastruktur,\u201D ujarnya.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Kris juga menilai Indonesia masih berhak menggunakan energi murah seperti batubara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Dengan emisi per kapita 2,3 ton CO\u2082, Indonesia berada jauh di bawah rata-rata global (4,5 ton) dan bahkan di bawah China (7,6 ton).\"}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Anil Kumar Monga \",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"Chairman\"}),\" Emmsons Group turut memberikan perspektif global. Ia menyoroti bagaimana investor asing kini lebih memperhatikan kinerja ESG (\",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"Environmental, Social, and Governance\"}),\") perusahaan batubara dan urgensi peralihan ke energi bersih.\"]}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Hanafi pengamat lingkungan dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) menekankan bahwa penghentian operasional tambang tidak boleh dilakukan secara instan. Ia menyoroti bahwa sebagian besar penambang bukan warga lokal, tetapi menciptakan ekosistem ekonomi melalui UKM dan jasa pendukung. \u201CJika tambang tutup tanpa \",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"retraining\"}),\" atau alternatif ekonomi, masyarakat lokal yang akan pertama menjadi korban,\u201D Tutupnya.\"]}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Acara diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang mempertemukan berbagai pandangan dari para narasumberdalam merumuskan arah kebijakan dan investasi sektor energi Indonesia ke depan.\"})]});export const richText5=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Bandung, 28 Mei 2025 \u2013 Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) menggelar forum evaluasi produksi batubara nasional semester I 2025. Acara yang berlangsung secara hybrid di Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara (tekMIRA), Bandung, ini dibuka oleh Surya Herjuna selaku Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Pembinaan Program Minerba.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Dalam sesi pemaparan, pihak Minerba menyampaikan sejumlah catatan penting soal tren produksi dan distribusi batubara. Diskusi dipandu oleh Andri Wijayanto, Koordinator Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Batubara, bersama Juanda Volo selaku Subkoordinator Perencanaan Produksi. Dari data yang dipaparkan, terungkap bahwa ekspor batubara mengalami penurunan. Tak hanya itu, serapan untuk kebutuhan batubara dalam negeri (DMO) pun megalami penurunan. Hingga April 2025, realisasinya baru mencapai 66,81 juta ton, turun 12,78% dibanding periode yang sama tahun lalu.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Selain dari pihak pemerintah, forum ini juga menghadirkan paparan dari sejumlah pelaku industri besar. Perwakilan PT Maruwai Coal, PT Kaltim Prima Coal (KPC), dan PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) turut memaparkan capaian produksi mereka hingga kuartal pertama, proyeksi untuk semester kedua, serta rencana produksi tahun 2026. Masing-masing juga menyampaikan pandangannya terkait dinamika pasar global dan tantangan yang dihadapi industri.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Sementara itu, Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) diwakili oleh Tulus Situmeang selaku Ketua Komite Logistik. Dalam paparannya, Tulus menyoroti penurunan permintaan dari dua pasar utama yakni Tiongkok dan India. Meski begitu, ia melihat peluang yang menjanjikan di kawasan ASEAN, di mana Indonesia menjadi satu-satunya produsen utama batubara.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Ia juga menyoroti kondisi pasar di Tiongkok yang cukup anomali. Stok batubara di negara tersebut meningkat pada kuartal pertama, hal ini merupakan sesuatu yang jarang terjadi di periode tersebut. Lebih lanjut, ia mempertanyakan harga batubara domestik Tiongkok yang justru lebih murah dibanding harga impor, padahal tambang-tambang di sana mayoritas tambang bawah tanah yang umumnya memiliki biaya produksi lebih tinggi.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Berbagai masukan dari pelaku usaha ini menjadi bahan pertimbangan penting bagi pemerintah dalam menyusun arah kebijakan ke depan. Forum ini pun menjadi ruang diskusi strategis yang mempertemukan pemangku kepentingan industri untuk merespons tantangan pasar, mengidentifikasi peluang ekspor baru, dan menjaga kesinambungan pasokan batubara nasional secara lebih adaptif dan terukur.\"})]});export const richText6=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"APBI-ICMA menghadiri pertemuan diskusi yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatera Selatan bersama International Labour Organization (ILO) pada 27 Mei 2025. Diskusi ini berfokus pada penguatan skema jaminan sosial pekerja, khususnya Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan Jaminan Pensiun (JP), sebagai respons terhadap potensi penurunan permintaan batubara di masa depan.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Pertemuan dibuka dengan paparan dari Kasubbid UKM dan Agribisnis Bappeda Sumsel, Harry Wibawa, yang menjelaskan kontribusi signifikan sektor batubara terhadap lapangan kerja di Sumsel, mulai dari penambangan hingga transportasi dan logistik. Berdasarkan data BPS per Februari 2025, jumlah penduduk bekerja di Sumatera Selatan mencapai 4,49 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 450.000 orang bekerja di sektor pertambangan dan penggalian\u2014sekitar 80.000 di antaranya berada di subsektor tambang batubara.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Harry menyoroti bahwa 96,34% pekerja tambang batubara di Sumsel tergolong formal. Namun, mayoritas (74,3%) terikat dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), 17,3% tidak memiliki kontrak kerja, dan 7,9% lainnya tidak diketahui statusnya\u2014yang berpotensi berasal dari penambangan ilegal.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"\u201CPermasalahan muncul ketika mereka kehilangan pekerjaan akibat penurunan produksi, karena sebagian besar berada di kelompok upah menengah dan tidak terjangkau oleh bantuan sosial. Skema jaminan sosial yang inklusif dan adil sangat dibutuhkan,\u201D tegasnya.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Senada dengan itu, Muce Mochtar, National Project Coordinator ILO, menyoroti hasil studi bersama UGM yang menunjukkan tingginya kerentanan pekerja sektor batubara dalam menghadapi transisi energi. Ia menyebut bahwa dampak penurunan permintaan batubara tidak hanya terjadi di sektor inti, tetapi juga menjalar ke rantai nilai seperti transportasi, alat berat, serta pelaku UMKM di sekitar tambang.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"\u201CMayoritas pekerja di sektor ini memang formal, tapi banyak yang berstatus kontrak jangka pendek. Mereka tidak otomatis terlindungi oleh JKP kecuali ada reformasi kebijakan,\u201D ujarnya.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Dalam forum ini, ILO dan mitra menyampaikan sejumlah rekomendasi kebijakan, antara lain:\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Pemerintah daerah didorong untuk menyusun program regional berupa subsidi pendapatan dan pelatihan keterampilan bagi pekerja terdampak yang tidak tercakup dalam JKP.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Pemerintah pusat dan BPJS Ketenagakerjaan melakukan reformasi desain manfaat jaminan sosial agar lebih adaptif terhadap tantangan transisi energi, serta memperluas cakupan program JKP dan JP, termasuk bagi pekerja informal dan PKWT.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Perlu adanya pelatihan keterampilan yang inklusif bagi pekerja perempuan, agar mereka dapat mengakses peluang kerja alternatif pasca-transisi energi.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Nurul, turut memaparkan peran BPJS dalam mendukung perlindungan tenaga kerja tambang, khususnya melalui program JKP. Ia menyebut saat ini tercatat 103.777 pekerja sektor pertambangan di Sumatera Selatan telah terlindungi dalam program jaminan sosial.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Nurul juga menjelaskan bahwa program JKP telah diperbarui melalui PP No. 6 Tahun 2025. Manfaat uang tunai kini meningkat menjadi 60% dari upah selama enam bulan penuh. Skema pendanaan program JKP kini berasal dari rekomposisi iuran JKK dan bantuan pemerintah pusat, dengan besaran iuran tetap 0,36% tanpa tambahan beban perusahaan.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Sementara itu, Christianus Panjaitan dari ILO mengusulkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan dalam merancang perlindungan bagi pekerja kontrak (PKWT) sektor batubara yang terdampak penutupan tambang. Ia menekankan pentingnya memberikan akses JKP meskipun hubungan kerja secara formal telah berakhir.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Menanggapi hal tersebut, Nurul menyatakan BPJS telah aktif berkoordinasi dengan Pemprov Sumsel dalam mendukung implementasi Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2021, meski saat ini perlindungan masih terbatas pada kelompok pekerja rentan non-ASN.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Sebagai tindak lanjut, salah satu langkah konkret yang direncanakan adalah integrasi strategi perlindungan pekerja dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD dan Renstra. Hal ini penting untuk mempersiapkan kabupaten/kota menghadapi dampak penurunan produksi batubara yang diperkirakan akan signifikan pada 2030.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Diskusi ditutup dengan seruan kolaboratif antar pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, serikat pekerja, pelaku usaha, dan lembaga internasional, guna mewujudkan program konkret. Salah satu usulan utama adalah mengintegrasikan kegiatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan tambang dengan program kewirausahaan daerah, guna menciptakan ekonomi alternatif yang berkelanjutan di wilayah-wilayah yang akan mengalami transisi dari batubara.\"})]});export const richText7=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Jakarta, 17 Mei 2025 \u2014 \",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"Indonesia Coal and Energy Expo\"}),\" (ICEE) 2025 dan \",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"Indonesia Clean Coal and Green Mining Conference\"}),\" 2025 telah berakhir hari ini, menandai penutupan rangkaian kegiatan selama tiga hari yang sukses mempertemukan pelaku industri, inovator teknologi, dan pemangku kepentingan dalam satu platform strategis.\"]}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Didukung oleh Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) sebagai salah satu mitra asosiasi, ICEE 2025 menjadi panggung kolaboratif antara Indonesia dan Tiongkok dalam mempercepat transformasi industri batubara menuju arah yang lebih bersih dan berkelanjutan. Lebih dari 100 perusahaan turut ambil bagian, dengan sekitar 80% di antaranya berasal dari Tiongkok, menampilkan teknologi terkini seperti \",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"smart mining\"}),\", digitalisasi operasional, dan solusi efisiensi energi.\"]}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Acara ini menghadirkan dua format utama, yakni konferensi dan pameran. Sesi konferensi menjadi wadah diskusi kebijakan dan arah industri, sementara area pameran membuka peluang jejaring serta kolaborasi bisnis lintas negara. Antusiasme tinggi dari peserta maupun pengunjung mencerminkan besarnya perhatian terhadap transformasi industri batubara di tengah tuntutan global terhadap ekonomi rendah karbon.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Mike Huang, perwakilan dari PT Session Exhibition Indonesia selaku penyelenggara, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh pihak. \u201CICEE 2025 adalah event perdana kami di luar Tiongkok, dan respons dari mitra Indonesia sangat luar biasa. Kami telah menerima banyak masukan positif dan sudah mulai mempersiapkan ICEE 2026 dengan skala yang lebih besar dan cakupan internasional yang lebih luas,\u201D ujarnya.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Sebagai pameran pertama di Indonesia yang secara khusus menyasar industri batubara, ICEE 2025 tidak hanya membuka akses pasar bagi teknologi baru, tetapi juga memperkuat sinergi antarnegara dalam mendorong pertambangan yang lebih hijau. Keterlibatan aktif APBI-ICMA dan anggotanya menegaskan komitmen industri nasional untuk terus berinovasi dan beradaptasi dalam menghadapi dinamika global.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Dengan berakhirnya ICEE 2025, diharapkan forum ini dapat terus berkembang menjadi ajang tahunan berskala internasional yang memfasilitasi kolaborasi, pertukaran teknologi, dan transformasi menuju masa depan energi yang lebih bersih.\"})]});export const richText8=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Jakarta, 15 Mei 2025 \u2014 Indonesia Coal and Energy Expo (ICEE) 2025 resmi dibuka oleh Chairman Shixin Exhibition Group, Cao Linbing, di Jakarta. Dalam sambutannya, Cao menekankan bahwa dunia sedang menghadapi gelombang transisi energi yang tak terelakkan, dan Indonesia berada di posisi strategis sebagai pemain kunci dalam rantai pasok energi global.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memegang peran vital dalam menjamin ketahanan energi dunia sekaligus menghadapi tantangan pembangunan rendah karbon. ICEE 2025 menampilkan berbagai inovasi mulai dari penambangan terbuka dan bawah tanah, pengolahan batubara, jasa pertambangan, konstruksi tambang hijau, hingga solusi energi terbarukan.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Cao mengajak seluruh peserta menjadikan ICEE sebagai ajang mempererat kolaborasi, berbagi pengetahuan, dan membangun kepercayaan di tengah tantangan industri energi. Ia berharap acara tersebut membawa manfaat bagi semua pihak yang terlibat.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum China Chamber of Commerce in Indonesia, Sun Shangbin, menyoroti pentingnya batubara dalam mendukung pembangunan ekonomi dunia. Ia juga menekankan sinergi antara Indonesia dan Tiongkok dalam pemanfaatan teknologi bersih serta manufaktur peralatan energi.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"ICEE 2025 menjadi simbol eratnya kerja sama bilateral dalam menjawab tantangan dan peluang sektor energi global di era transisi.\"})]});export const richText9=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Jakarta, 15 Mei 2025 \u2014 Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA), Priyadi, menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi dinamika industri batubara yang terus berubah. Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada pembukaan Indonesia Coal and Energy Expo (ICEE) 2025.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Priyadi menegaskan bahwa dalam kondisi pasar yang fluktuatif, optimalisasi efisiensi operasional adalah kunci utama yang sepenuhnya berada dalam kendali industri. ICEE 2025 diharapkan menjadi platform berbagi praktik terbaik, menjalin kemitraan strategis, dan memperkuat daya saing industri batubara nasional.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"\u201CKami percaya melalui sinergi dan inovasi, industri batubara Indonesia tetap bisa kompetitif di tengah tantangan global. Meskipun batubara berwarna hitam, Clean Coal Technology mampu mengubahnya menjadi biru,\u201D ujar Priyadi.\"}),/*#__PURE__*/a(\"img\",{alt:\"\",className:\"framer-image\",height:\"1981\",src:\"https://framerusercontent.com/images/czmmMpFJtF6RXaDANq6zHgzCzA.jpg\",srcSet:\"https://framerusercontent.com/images/czmmMpFJtF6RXaDANq6zHgzCzA.jpg?scale-down-to=512 512w,https://framerusercontent.com/images/czmmMpFJtF6RXaDANq6zHgzCzA.jpg?scale-down-to=1024 1024w,https://framerusercontent.com/images/czmmMpFJtF6RXaDANq6zHgzCzA.jpg?scale-down-to=2048 2048w,https://framerusercontent.com/images/czmmMpFJtF6RXaDANq6zHgzCzA.jpg?scale-down-to=4096 4096w,https://framerusercontent.com/images/czmmMpFJtF6RXaDANq6zHgzCzA.jpg 5955w\",style:{aspectRatio:\"5955 / 3962\"},width:\"2977\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Siti Sumilah Rita Susilawati, turut menyampaikan perkembangan positif sektor batubara Indonesia dalam dua tahun terakhir. Produksi tahun 2024 mencapai lebih dari 836 juta ton dengan ekspor sebesar 555 juta ton, menjadikan Indonesia sebagai pemasok utama energi ke negara-negara seperti China dan India.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Rita juga menyoroti kontribusi besar sektor ini terhadap penerimaan negara dengan lebih dari Rp 140 triliun PNBP pada 2024. Pemerintah membuka pintu luas untuk investasi dan kerja sama teknologi demi mendorong pembangunan rantai pasok mineral kritis yang berkelanjutan dan mencapai target net zero emission.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan, ICEE 2025 menjadi tonggak penting dalam memastikan sektor pertambangan Indonesia terus memberi manfaat ekonomi sekaligus mendukung agenda transisi energi\\xa0nasional.\"})]});export const richText10=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Masih dalam suasana hangat Idul fitri 1446 H, Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) bersama 23 asosiasi pertambangan nasional menggelar acara Halal Bihalal Bersama pada 21 April 2025. Dengan tema \u201CHadapi Tantangan Melalui Ukhuwah Pertambangan\u201D,\\xa0 acara ini menjadi ajang silaturahmi dan kolaborasi strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah, akademisi, dan pelaku industri untuk mendorong transformasi sektor pertambangan yang lebih berkelanjutan.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Perwakilan APBI-ICMA sendiri dihadiri langsung oleh Ketua Umum, Priyadi, serta beberapa Wakil Ketua Umum, yakni Alexander Ery, Ezra Sibarani, dan Ignatius Wurwanto yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Rehabilitasi dan Reklamasi Lahan Bekas Tambang (FRHLBT). Serta beberapa pengurus lainnya seperti FH Kristiono selaku Wakil Sekretaris Jenderal, Suhedi selaku Ketua Komite CSR & PPM, dan juga Aditya Pratama selaku Ketua Komunikasi dan Hubungan Pemerintahan.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, yang dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong efisiensi investasi serta tata kelola lingkungan yang lebih baik di sektor pertambangan.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Selain Wamen ESDM, hadir pula Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Tri Winarno, beserta jajaran direktur di lingkungan Ditjen Minerba, yang menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap penguatan sinergi antara asosiasi dan pemerintah dalam mewujudkan industri pertambangan yang adaptif terhadap tantangan\\xa0global.\"})]});export const richText11=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing industri tambang nasional, Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) bersama Hexagon menyelenggarakan \",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"Executive Roundtable\"}),\" bertajuk \u201C\",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"Safety & Productivity: Enhancing the Competitive Advantage of Indonesia\u2019s Mining Sector\"}),\"\u201D, pada 16 April 2025. Kegiatan ini menjadi forum eksklusif yang mempertemukan para pemangku kepentingan untuk membahas strategi peningkatan keselamatan kerja dan produktivitas berbasis prinsip keberlanjutan.\"]}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Acara ini dihadiri oleh Dean Andreas Simorangkir, Koordinator Keamanan Pertambangan Mineral, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya keselamatan pekerja, perlindungan lingkungan, serta penerapan prinsip \",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"Environmental, Social, and Governance\"}),\" (ESG) dalam kegiatan operasional pertambangan.\"]}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"\u201CDi Indonesia, tantangan penerapan ESG masih cukup besar. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk mewajibkan dan menilai penerapan kaidah pertambangan yang baik (\",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"Good Mining Practice\"}),\") di setiap perusahaan. Keuntungan yang sesungguhnya bagi perusahaan adalah ketika mereka mampu mencegah kerugian melalui manajemen lingkungan dan keselamatan yang efisien,\u201D ujar Dean.\"]}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Senada dengan hal tersebut, FH Kristiono, Wakil Sekretaris Jenderal APBI-ICMA, menyampaikan bahwa asosiasi terus mendorong anggotanya untuk aktif mengikuti dan meraih penghargaan dalam program PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) sebagai bukti komitmen terhadap pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"\u201CBanyak anggota APBI-ICMA tidak hanya masuk nominasi, tapi juga menjadi penerima PROPER. Kami juga melibatkan akademisi untuk melakukan evaluasi terhadap baku mutu lingkungan secara real-time, termasuk melalui pendekatan statistik,\u201D ungkap Kris.\"}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Diskusi juga menyoroti peran penting digitalisasi dan teknologi keselamatan dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas tambang. Peserta \",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"roundtable\"}),\" berbagi pengalaman dan solusi inovatif dalam penerapan teknologi terkini, mulai dari sistem pemantauan otomatis hingga pengendalian risiko berbasis data.\"]}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"Executive Roundtable\"}),\" ini menjadi ruang diskusi strategis bagi sektor pertambangan untuk terus berkembang secara berkelanjutan, adaptif terhadap tantangan global, serta berkomitmen pada keselamatan dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari keunggulan kompetitif industri tambang Indonesia.\"]})]});export const richText12=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar Halalbihalal 1446 H sebagai ajang silaturahmi sekaligus momentum refleksi dan penguatan komitmen sektor energi nasional. Dalam kesempatan ini, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya percepatan perizinan demi mendorong efisiensi dan investasi di sektor ESDM sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Bahlil mengingatkan pentingnya sikap responsif dalam mendukung kelancaran investasi dan kegiatan usaha, khususnya di subsektor minyak dan gas bumi (migas) serta mineral dan batubara (minerba).\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"\\\"Tolong semua regulasi yang 'berat' segera diselesaikan karena kita butuh percepatan. Karena jika lambat, maka stakeholder sektor migas dan minerba juga melakukan proses yang tidak cepat, jadi kita harus responsif,\\\" tuturnya di Jakarta, Rabu (9/4).\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Terkait penyederhanaan dan kemudahan perizinan berusaha menjadi salah satu fokus perhatian Presiden Prabowo di acara Silaturahmi Ekonomi Bersama Bapak Presiden RI yang digelar kemarin (8/4). Presiden menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mempermudah semua proses perijinan dan tidak membuat peraturan teknis di Kementerian yang menjadi penghambat.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Selanjutnya, Menteri Bahlil tak lupa mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Hari Raya. Ia menekankan bahwa berkat kolaborasi berbagai elemen, kegiatan sektor ESDM selama masa libur Idulfitri dapat berjalan dengan lancar.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:'\"Terima kasih, kita semua hadir di sini dalam rangka bersilaturahmi pasca hari raya. Saya ucapkan terima kasih kepada semua teman-teman yang tergabung dalam Satgas Hari Raya, Pertamina, PLN, kemudian beberapa stakeholder yang lain termasuk Kepala BNPB serta Badan Geologi Bandung, terima kasih sudah bekerja dengan bagus,\" ujar Bahlil.'}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:'Halalbihalal Keluarga Besar Sektor ESDM merupakan ajang silaturahmi yang rutin dilaksanakan setiap tahun seusai Idulfitri. Dengan tema \"Momentum Bulan Syawal Mencapai Kinerja Optimal,\" kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat komitmen seluruh insan ESDM dalam meningkatkan kinerja sektor energi dan sumber daya mineral ke depan.'}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Diakhir acara, Menteri ESDM bersilahturahmi pula dengan para pengamat gunung api melalui video conference secara interaktif dan mengapresasi kinerja mereka yang bertugas mengamati gunung api terus menerus selama 24 jam.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:'\"Kami dari Kementerian mewakili semua jajaran mengucapkan selamat bertugas. Terima kasih kepada semua teman-teman yang telah bertugas siang malam untuk memantau semua pergerakan yang ada di gunung api yang ada di daerah-daerah. Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakannya, minal aidin wal faizin, mohon maaf dan batin,\" tutur Bahlil. (SF)'})]});export const richText13=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Sejak memasuki masa produktif, Gen Z atau generasi z, memang sering dipandang sebelah mata oleh generasi sebelumnya. Banyak dari generasi sebelumnya menilai Gen Z adalah generasi yang lemah secara mental. Itulah kenapa makanya, ketika memasuki dunia kerja, Gen Z banyak yang tidak mampu bertahan karena berbagai alasan.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Namun, meskipun sering \u201CDilepeh\u201D oleh generasi sebelumnya, tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran Gen Z ternyata sangat penting untuk keberlangsungan kehidupan dunia, di berbagai sektor. Termasuk sektor atau industri energi.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Melansir dari situs pencarian kerja untuk Gen Z yakni Handshake, ada sebuah artikel yang membahas tentang bagaimana Gen Z, punya peran yang besar untuk mendorong transisi energi terbarukan.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Menurut data yang dikeluarkan oleh Handshake, beberapa tahun terakhir ada banyak perusahaan energi yang mulai menghadapi kekurangan talenta. Bahkan, pengusaha energi di luar negeri, mulai meningkatkan proses perekrutan dimulai saat para talenta ini masih duduk di bangku kuliah.\"}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Jumlah upaya ini bahkan meningkat sampai 86 persen selama setahun terakhir \",/*#__PURE__*/a(\"strong\",{children:\"(data dikeluarkan pada tahun 2023).\"}),\" Perusahaan-perusahaan ini juga meningkatkan lowongan magang hingga 9 persen lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.\"]}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Menariknya, Gen Z disebut memiliki ketertarikan yang tinggi untuk berkarier di bidang energi. Alasannya adalah karena mereka, memiliki ambisi untuk mengalihkan energi yang sudah ada, agar tetap bisa dinikmati tanpa harus merusak lingkungan.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah pelamar kerja di perusahaan energi via Handshake yang mencapai 71 persen. Angka ini, disebut naik sebesar 35 persen jika dibandingkan dengan industri lainnya.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Di sisi lain, Pemerintah Amerika Serikat sudah mengeluarkan program, di mana pada tahun 2050 ekonomi negara mereka sudah terbebas dari emisi. Dan untuk mencapai target ini, pemerintah memerintahkan melalui undang-undang, untuk mengeluarkan dana sekitar USD 450 miliar atau sekitar IDR 7,4 kuadriliun. Dana ini nantinya akan digunakan untuk pendanaan atau investasi di bidang energi bersih.\\xa0\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Selain pengucuran dana yang fantastis, Pemerintah Amerika Serikat juga dengan sadar membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di bidang energi untuk Gen Z. Menurut data Handshake, hingga tahun 2030 akan ada sekitar 500 ribu sampai 100 juta lowongan pekerjaan baru di perusahaan energi.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Kebutuhan ini juga disadari oleh banyak perusahaan energi di Indonesia. Tidak terkecuali perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri batubara. Hal ini terbukti dengan terus meningkatnya jumlah keanggotaan di dalam Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Karena asosiasi ini, memiliki visi dan misi yang jelas dalam membantu sekaligus mengawasi para pengusaha dan perusahaan yang bergerak di industri batubara, agar bisa terus bergerak secara berkelanjutan di masa depan.\"})]});export const richText14=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/a(\"h4\",{children:\"Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) resmi ditetapkan menjadi Undang-Undang (UU). Pengesahan Undang-Undang ini dilaksakanakan pada Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ke-13 Masa Persidangan II di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (18/2).\"}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengapresiasi langkah awal DPR RI dalam mengusulkan revisi Undang-Undang Minerba. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan harapan Pemerintah untuk meningkatkan tata kelola pertambangan minerba agar lebih baik lagi. Tujuan akhirnya adalah menjadikan sektor ini sebagai penggerak utama ekonomi, mempercepat industrialisasi berbasis pemanfaatan sumber daya alam, serta memastikan manfaatnya dapat dinikmati oleh seluruh rakyat secara adil.\",/*#__PURE__*/a(\"br\",{}),/*#__PURE__*/a(\"br\",{}),'\"Sejalan dengan prioritas pembangunan Kabinet Merah Putih yang tertuang dalam Asta Cita yaitu untuk memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru serta melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,\" ucap Bahlil saat menyampaikan pendapat akhir Pemerintah atas RUU Minerba.',/*#__PURE__*/a(\"br\",{}),/*#__PURE__*/a(\"br\",{}),\"Lebih lanjut, Bahlil merincikan bahwa RUU Minerba yang disampaikan oleh DPR RI kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto diusulkan perubahan sebanyak 14 pasal dan selanjutnya Pemerintah membuat Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) sebanyak 256 DIM.\",/*#__PURE__*/a(\"br\",{}),/*#__PURE__*/a(\"br\",{}),'\"Dalam pembahasan yang lebih terperinci terdapat kesepakatan untuk menyempurnakan Undang-Undang baik mengubah Pasal yang telah ada maupun dengan menyisipkan pasal-pasal baru dengan hasil mengubah 20 Pasal dan penambahan 8 Pasal baru,\" imbuhnya.']}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:/*#__PURE__*/a(\"strong\",{children:\"Adapun perubahan atau penambahan pasal pada Undang-Undang Minerba yaitusebagai berikut:\"})}),/*#__PURE__*/n(\"ol\",{children:[/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Konstitusi yang telah mengamanatkan beberapa penyesuaian dalam Undang-Undang terkait dengan pemaknaan jaminan ruang dan perpanjangan kontrak;\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP), Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK), atau Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang telah ditetapkan menjadi dasar bagi penetapan tata ruang dan kawasan serta tidak ada perubahan tata ruang dan kawasan bagi pelaku usaha yang telah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), atau Izin Pertambangan Rakyat (IPR);\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Pengutamaan Kebutuhan Batubara dalam Negeri sebelum dilakukan penjualan ke luar negeri (Domestic Market Obligation/DMO);\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"WIUP Mineral Logam atau Batubara diberikan kepada koperasi, badan usaha kecil dan menengah, dan badan usaha yang dimiliki oleh organisasi kemasyarakatan keagamaan yang menjalankan fungsi ekonomi dengan cara pemberian prioritas;\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Pemberian pendanaan bagi perguruan tinggi dari sebagian keuntungan pengelolaan WIUP dan WIUPK dengan cara prioritas kepada BUMN, BUMD, atau badan usaha swasta, dalam rangka meningkatkan kemandirian, layanan pendidikan, dan keunggulan Perguruan Tinggi;\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Dalam rangka hilirisasi dan industrialisasi, pelaksanaan Pemberian WIUP/WIUPK dengan cara prioritas kepada BUMN atau Badan Usaha Swasta bagi peningkatan nilai tambah di dalam negeri;\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Pemerintah dapat melakukan penugasan kepada lembaga riset negara, lembaga riset daerah, BUMN, BUMD, dan badan usaha swasta untuk melakukan penyelidikan dan penelitian dan/atau kegiatan pengembangan proyek pada wilayah penugasan;\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Pelayanan perizinan berusaha melalui sistem pelayanan perizinan berusaha pertambangan Mineral dan Batubara melalui sistem Online Single Submission (OSS);\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Pelaksanaan audit lingkungan sebagai persyaratan perpanjangan Kontrak Karya/Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yang akan diperpanjang menjadi IUPK sebagai kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian;\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Pengembalian lahan yang tumpang tindih sebagian atau seluruh WIUP-nya kepada negara;\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Peningkatan komitmen pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dan penegasan perlindungan terkait hak masyarakat dan/atau masyarakat adat; dan\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Memberikan waktu kepada Pemerintah dalam jangka waktu paling lambat 6 (enam) bulan untuk menyelesaikan peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang.\"})})]}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Dengan disahkannya RUU Minerba menjadi UU Minerba, Bahlil menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan berdedikasi dalam proses pembentukannya. Bahlil menegaskan bahwa Undang-Undang ini bertujuan untuk memperbaiki tata kelola pertambangan, memberikan kepastian hukum dan berusaha, serta mendorong hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Selain itu, UU Minerba diharapkan dapat berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja, meningkatkan penerimaan negara, dan yang terpenting, memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan Indonesia serta kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat.\",/*#__PURE__*/a(\"br\",{}),/*#__PURE__*/a(\"br\",{}),'\"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan dan Anggota DPR-RI yang terhormat khususnya kepada Badan Legislasi DPR RI yang dengan penuh dedikasi, kerja keras, pemikiran, perhatian, serta kerjasama yang baik bersama Pemerintah dan DPD RI sehingga dapat menyelesaikan pembahasan RUU ini. Tidak lupa kami menyampaikan terima kasih kepada Badan Keahlian DPR RI, tenaga ahli, dan semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang selalu memberikan dukungan, masukan, pemikiran, dan perhatian terhadap penyempurnaan dan penyelesaian RUU ini,\" ungkap Bahlil.',/*#__PURE__*/a(\"br\",{}),/*#__PURE__*/a(\"br\",{}),\"Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir, yang memimpin Rapat Paripurna mengambil keputusan dengan ketok palu untuk meresmikan RUU Minerba menjadi UU setelah seluruh fraksi menyetujui pengesahan UU tersebut. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada perwakilan Pemerintah yang telah bekerja sama dengan sangat baik.\",/*#__PURE__*/a(\"br\",{}),/*#__PURE__*/a(\"br\",{}),'\"Melalui forum ini kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada yang terhormat, Menteri ESDM, Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Hukum, atas segala peran serta dan kerjasama yang telah diberikan selama pembahasan rancangan UU tersebut,\" pungkas Adies.']})]});export const richText15=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/a(\"h4\",{children:\"APBI-ICMA Ikut serta dalam acara Focus Group Discussion (FGD) mengenai Strategi Pengembangan Bisnis Berkelanjutan di Area Pascatambang di Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan dalam Studi Innovation Regions for a Just Energy Transition (IKI JET) bersama dengan Indonesia Center for Renewable Energy Studies (ICRES) (22/1). Salah satu yang menjadi diskusi adalah bagaimana mengembangkan bisnis di areal pascatambang, baik yang sudah berjalan maupun kedepannya. Selain reklamasi dan rehabilitasi, pengembangan sektor lain yang merupakan pengembangan dari pertambangan diharapkan dapat dijalankan di era transisi energi. Narasi transisi energi menjadi dilematis dan kekhawatiran banyak pihak bahwa saat tambang tutup, masyarakat lingkar tambang menjadi sangar terdampak.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Studi dari Anwar Muhammad Foundation (AMF) di Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan dengan melakukan riset lapangan dengan pihak-pihak yang terkait termasuk Dinas setempat, masyarakat dan perusahaan, menyimpulkan bahwa sejumlah altenatif bisnis yang cocok di Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur serta klasifikasi keunggulan sebagai berikut:\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:/*#__PURE__*/a(\"strong\",{children:\"Sumatera Selatan\"})}),/*#__PURE__*/n(\"ol\",{children:[/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Perbangkit Listrik Tenaga Surya - Unggul\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"\\xa0Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa - Unggul\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"\\xa0Budidaya Ikan Air Tawar Unggul - Unggul\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"\\xa0Agroforestri - Unggul\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"\\xa0Industri Komoditas Pertanian - Unggul\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"\\xa0Cultural Tourism - Potensial\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"\\xa0Eco-Tourism - Unggul\"})})]}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:/*#__PURE__*/a(\"strong\",{children:\"Kalimantan Timur\"})}),/*#__PURE__*/n(\"ol\",{children:[/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Pembangkit Listrik Tenaga Surya - unggul\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa - unggul\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"\\xa0Budidaya Ikan Air Tawar - unggul\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Agroforestri - unggul\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"\\xa0Silvopastura - Potensial\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"\\xa0Industri Komoditas Pertanian - unggul\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Cultural Tourism - Potensial\"})}),/*#__PURE__*/a(\"li\",{\"data-preset-tag\":\"p\",children:/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Eco-Tourism - unggul\"})})]}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Sektor perkebunan dan pertanian paling memungkinkan sebagai awal dari pengembangan bisnis pascatambang. Diharapkan dengan bisnis\\xa0\",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"agroforestry\\xa0\"}),\"ini akan menjadi pengembangan model bisnis berikutnya. Namun perkembangan bisnis ini tentunya harus mempertimbangkan sisi regulasi, keuangan, dan sosial.\"]}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Terkait dengan reklamasi Tiyas Nurcahyani, S.T., M.Si, Koordinator Pengawasan Teknik Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI menjelaskan bahwa reklamasi ini terus berkembang, dari sekedar misi untuk menghijaukan, reklamasi sebagai sebuah kewajiban diharapkan juga memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar. Reklamasi bentuk lain juga terus dievaluasi agar programnya tepat sasaran.\"}),/*#__PURE__*/n(\"p\",{children:[\"Sementara dari perusahaan yang hadir juga memberikan contoh pengembangan bisnis yang sudah berjalan. Nanang Supriyadi dari PT?Kaltim Prima Coal (KPC) menyampaikan bahwa keberhasilan reklamasi baik atau buruk nya dapat dilihat dari air pada wilayah lahan reklamasi tersebut karena terdapat segregasi tanah pada penimbunan yang di reklamasi. Nanang mengatakan strategi jitu pengelolaan air tambang akan memberi nilai tambah sebagai pengendali banjir dan juga manfaat lainnya Pengembangan pascatambang yang dilakukan PT KPC juga ada seperti Serah terima Beasiswa Berdaya, Pelaksanaan USK, Kendaraan Ringan Otomotif, dan\\xa0\",/*#__PURE__*/a(\"em\",{children:\"Workshop\"}),\"\\xa0Literasi Digital.\"]}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Selain KPC, Axel T.I. Daely dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyampaikan juga mengenai bisnis perkembangan berkelanjutan yang ada di lahan pascatambang, Di PTBA sudah banyak dilakukan upaya seperti elektrifikasi listrik, PLTS, dan Penanaman kembali, Axel mengatakan bahwa sudah 2220 Ha Lahan yang sudah di reklamasi oleh PTBA khususnya daerah Tanjung Enim. Kegiatan termasuk pengembangan biomassa dilakukan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Sementara dari APBI menyampaikan potensi kebijakan dan penerapan Bisnis Berkelanjutan pascatambang perlu memperhatikan sejumlah hal penting. Hal ini terkait dengan sinkronisasi kenijakan dan startegi antara semua pemangku kepentingan. Anggota APBI selain KPC dan Bukit Asam banyak pula yang sudah berhasil dalam mengembangkan lahan reklamasinya. Perusahaan seperti ITM, Berau, TIA, PKN dan masih banyak lagi mempunyai banyak contoh keberhasilan reklamasi. Tidak hanya itu adapula pengembangan biodiversity dan hingga pengembangan wisata maupun pengembangan industri coklat. \\xa0Tentu saja yang menjadi PR juga dari Asosiasi adalah agar bisa mensharing informasi kepada seluruh anggota IUP dimana reklamasi ini tidak sekedar pelaksanaan kewajiban namun juga berpikir bagaimana pengembangan bisnis model untuk masyarakat sekitar.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:/*#__PURE__*/a(\"strong\",{children:\"Keterlibatan Perempuan dan Ketahanan Pangan\"})}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Dalam diskusi tersebut, salah satu pemanfaatan bisnis di lahan pascatambang yang perlu terus digalakkan adalah yang berhubungan dengan pangan. Hal tersebut disampaikan Ir. Hanifah Husein, Direktur Utama Holding PT Syahid Indah Utama.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Dari berbagai hasil studi menyatakan kalau lahan pascatambang dapat ditanam berbagai tanaman pangan seperti sayur dan lainnya. Dengan pengembangan agrobisnis dari wilayah pascatambang akan memberikan nilai tambah untuk ketahanan pangan. Tidak hanya itu ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam mengelola lahan pascatambang.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Hal ini juga diamini oleh Prof Endah\\xa0 Sulistyawati \u2013 Dekan Sekolah Ilmu & Teknologi Hayati ITB. Peran perempuan di wilayah lingkar tambang dalam memanfaatkan lahan pascatambang untuk ketahanan pangan perlu mendapat asistensi agar sasaran untuk keberlanjutan terpenuhi.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Selain ketahanan pangan, Prof Endah juga menyoroti tentang pengembangan spesies tanaman lokal yang dapat menjadi alternatif tanaman untuk reklamasi. Dari hasil penelitian, hanya ada sekitar 60-an spesies tanaman yg dikembangkan di Kalimantan Timur untuk reklasasi. Padahal ada sekitar 3000-4000 spesies tamanan lokal yang terdapat di daerah tersebut. Menurutnya pengembangan biodiversity sangat mungkin dilakukan perusahaan tambang karena kelengkapan fasilitasnya.\"})]});export const richText16=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/a(\"h4\",{children:\"Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui kewajiban penyimpanan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di dalam negeri. Kebijakan ini dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025, yang diumumkan dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 17 Februari 2025.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"\u201CDalam rangka memperkuat dan memperbesar dampak dari pengelolaan devisa hasil ekspor sumber daya alam maka pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2025,\u201D ujar Presiden Prabowo.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Melalui PP Nomor 8 Tahun 2025, pemerintah menetapkan bahwa eksportir di sektor pertambangan (kecuali minyak dan gas bumi), perkebunan, kehutanan, dan perikanan wajib menempatkan 100 persen DHE SDA dalam sistem keuangan nasional selama 12 bulan dalam rekening khusus di bank nasional. Sedangkan untuk sektor minyak dan gas bumi, aturan ini tetap mengacu pada PP Nomor 36 Tahun 2023.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"\u201CDengan langkah ini, di tahun 2025 devisa hasil ekspor kita diperkirakan bertambah sebanyak 80 miliar dolar Amerika. Karena ini akan berlaku mulai 1 Maret, kalau lengkap 12 bulan hasilnya diperkirakan akan lebih dari 100 miliar dolar,\u201D ungkap Presiden.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Presiden Prabowo juga menjelaskan bahwa eksportir tetap diberikan fleksibilitas dalam menggunakan DHE SDA yang ditempatkan di dalam negeri. Diantaranya adalah untuk menukar ke rupiah di bank yang sama guna operasional bisnis, membayar kewajiban pajak dan penerimaan negara bukan pajak serta kewajiban lainnya dalam valuta asing, hingga membayar dividen dalam bentuk valuta asing.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"\u201CEmpat, pembayaran untuk pengadaan barang dan jasa berupa bahan baku, bahan penolong atau barang modal yang belum tersedia, tidak tersedia namun hanya sebagian, tersedia tapi spesifikasinya tidak memenuhi di dalam negeri dalam bentuk valuta asing. Lima, pembayaran kembali atas pinjaman untuk pengadaan barang modal dalam bentuk valuta asing,\u201D ucap Presiden.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Sementara itu, bagi eksportir yang tidak mematuhi kebijakan ini, pemerintah akan memberikan sanksi berupa penangguhan layanan ekspor. Presiden Prabowo menegaskan bahwa penerapan aturan ini akan dimulai pada 1 Maret 2025, dan pemerintah akan terus mengevaluasi dampaknya terhadap perekonomian nasional.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam konferensi pers tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Investasi dan Hilirisasi / Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan, dan Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto.\"})]});export const richText17=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/a(\"h4\",{children:\"APBI menjadi salah satu narasumber panel diskusi dalam acara Indonesia Mining Summit 2024: \u201CThe Vision of Indonesia\u2019s Mining Sector: Empowering Energy Resilience for Indonesia\u201D (4/12). Forum ini sebagai pertemuan antar regulator dengan para pemangku kepentingan di sektor pertambangan.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Priyadi selaku Ketua Umum mengungkapkan harapan pelaku usaha agar pemerintah mempermudah kegiatan eksplorasi sumber cadangan mineral dan batubara. Menurutnya, eksplorasi merupakan kunci untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Selain itu, ia juga menyampaikan kendala yang dihadapi anggota di wilayah Ibu Kota Negara (IKN), di mana pelaku usaha tidak dapat melanjutkan eksplorasi ke tahap operasi produksi akibat kebijakan baru yang berlaku. Di sisi lain, ia menegaskan bahwa anggota APBI juga menjalankan good mining practice dalam operasi pertambangan.\\xa0\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Dengan cadangan batubara mencapai 31,7 miliar ton, sektor ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan penerimaan negara. Hingga 2023, sektor tambang mencatatkan kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 173 triliun, melebihi sektor minyak dan gas bumi.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Priyadi menegaskan perlunya dukungan pemerintah untuk mengatasi hambatan regulasi dan memaksimalkan produksi tambang guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\"})]});export const richText18=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/a(\"h4\",{children:\"Bank Indonesia optimistis \\xa0pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 dan 2026 akan membaik meskipun di tengah tantangan dari melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur\\xa0Bank Indonesia\\xa0Perry Warjiyo\\xa0dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2024 yang digelar Jumat (29/11/2024).\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Perry menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin membaik ke rentang 4,8%\u20145,6% pada 2025 dan 4,9%\u20145,7% pada 2026.\\xa0 Menurutnya, sejauh ini ekonomi Indonesia sudah memiliki daya tahan tinggi sebagai hasil sinergi berbagai pihak\u2014tercermin dari bangkitnya ekonomi usai pandemi Covid-19.\\xa0\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"\u201CDengan sinergi itu, insyaAllah ekonomi Indonesia tahun 2025-2026 akan menunjukkan kinerja yang cukup tinggi,\u201D ujarnya. Bukan tanpa sebab, meski dunia terus menunjukkan gejolak baik sisi ekonomi maupun geopolitik, konsumsi dan investasi diyakini akan terus meningkat.\\xa0\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Kinerja ekspor akan membaik di tengah risiko perlambatan ekonomi global. Sementara inflasi akan terus dijaga pada 2,5\\xb11% pada 2025 maupun 2026 melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).\\xa0 Selain itu, Perry meyakini cadangan devisa akan semakin meningkat. Kemudian dari hasil\\xa0stress test\\xa0Bank Indonesia bahwa ketahanan sistem keuangan Indonesia berdaya tahan dari dampak gejolak global.\\xa0\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"\u201CKe depan, kita harus lebih waspada. Dunia masih terus bergejolak. Akankah Indonesia berdaya tahan seperti selama ini? Kita harus optimis,\u201D lanjut Gubernur Bank Indonesia dua periode tersebut.\\xa0 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut proyeksi itu masih ada dalam kisaran target pertumbuhan ekonomi pemerintah yang tertuang dalam APBN 2025. Dia optimistis nantinya pertumbuhan itu bisa dikerek lebih tinggi lagi di dua tahun ke depan.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:'\"Kalau target tahun depan kan sekitar 5,2% di dalam APBN, tetapi nanti sesudahnya kita akan dorong di 2026-2027 untuk lebih tinggi lagi,\" ujarnya usai Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI), Jakarta, Jumat (29/11/2024).\\xa0 Pria yang sudah dua periode menjabat Menko Perekonomian itu optimistis ekonomi Indonesia kuat pada 2025 mendatang, di mana terdapat berbagai risiko ketidakpastian.\\xa0'}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:'\"Insyaallah kuat dan mantap karena ini diakui World Bank, IMF dan OECD,\" kata Airlangga.\\xa0 Lima Tantangan Global Di sisi lain, BI terus mewaspadai perlambatan ekonomi global pada 2025 dan 2026 akibat kondisi ekonomi dunia yang terus bergejolak dan akan adanya rambatan sebagai efek dari terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS. Perry menuturkan ketidakpastian global yang masih akan terus berlangsung pada 2025 dan 2026 tercermin dari lima hal.'}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Pertama, slower and divergent growth\\xa0yang\\xa0mana pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi turun pada 2025 dan 2026. Sejalan dengan kebijakan American First, ekonomi AS akan membaik sementara ekonomi Cina dan Eropa akan melambat, namun India dan Indonesia masih akan cukup baik. Kedua,\\xa0inflasi dunia yang sebelumnya menujukkan arah penurunan, akan turun lebih lambat bahkan berisiko naik pada 2026 karena gangguan rantai pasok dan perang dagang. Ketiga, penurunan suku bunga bank sentral AS atau Fed Fund Rate (FFR) yang juga melambat. Di sisi lain, imbal hasil atau\\xa0yield\\xa0US Treasury (UST) naik tinggi ke 4,7% di 2025 dan 5% pada 2026. Hal tersebut sebagai akibat dari membengkaknya defisit fiskal dan utang pemerintah AS sehingga perlu menarik utang lebih banyak. Keempat,\\xa0Perry berharap fenomena\\xa0strong dollar\\xa0akan segera berakhir.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Tercatat sebelumnya indeks dolar atau DXY sempat menuju level 101, setelah terpilihnya Trump terus menguat ke level 107. \u201CMengakibatkan tekanan depresiasi nilai tukar seluruh dunia termasuk rupiah, semoga dolar AS tidak menguat lagi,\u201D ungkapnya. Kelima,\\xa0gejolak global tersebut berdampak negatif ke berbagai negara, tidak terkecuali Indonesia. Perry menekankan bahwa pihaknya akan terus mengantisipasi dan mewaspadai ketidakpastian tersebut melalui respon kebijakan yang mengarah kepada kebangkitan ekonomi nasional. Arahan dari Prabowo Dalam kesempatan yang sama, Presiden\\xa0Prabowo Subianto\\xa0menekankan bahwa sinergi dan stabilitas merupakan kunci dari transformasi perekonomian Indonesia.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:'Prabowo berpesan bahwa sinergi, kolaborasi, kerja sama serta persatuan dan kerukunan menjadi rumus keberhasilan suatu bangsa. Tidak hanya elite politik, tetapi juga pengambil kebijakan ekonomi dan keuangan. \"Saya kira kalau sudah temanya seperti ini tidak perlu saya banyak kasih pengarahan lagi, karena\\xa0you are on the right track. Kalau Gubernur BI, kalau para pengendali perbankan Indonesia memiliki semangat seperti ini artinya semangat cinta Tanah Air,\" ujarnya di Kantor BI, Jakarta, Jumat (29/11/2024) malam. Prabowo lalu menuturkan Indonesia sudah memiliki hampir semua elemen yang diperlukan untuk menjadi negara maju seperti kekayaan sumber daya alam.'}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:'Meski demikian, dia mengaku banyak yang belum memahami efek dan dampak kepemilikan kekayaan tersebut. \"Karena itu pelaku-pelaku perbankan terutama mereka-mereka yang bertanggung jawab atas kebijakan umum atas regulasi dari pihak pemerintah, dari pihak otoritas keuangan memainkan peran yang sangat penting, dan untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada Gubernur Bank Indonesia, jajaran Bank Indonesia, jajaran otoritas keuangan dan semua pengambil keputusan, semua yang bertanggung jawab atas perumusan dan pengendalian ekonomi Indonesia,\" pesannya.'})]});export const richText19=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/a(\"h4\",{children:\"Jakarta menjadi tuan rumah Just Coal Transition Platform Southeast Asia Annual Forum pada 5-6 Desember 2024 (5/12). Acara ini bertujuan untuk memperkuat komitmen menuju transisi energi berkeadilan untuk mencapai target Paris Agreement. Diselenggarakan oleh Southeast Asia Energy Transition Partnership (ETP) dan World Bank, forum ini merupakan agenda kedua dan menjadi wadah penting bagi para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah untuk mengevaluasi kemajuan, membahas tantangan dan menetapkan prioritas proyek transisi energi hingga tahun 2028.\\xa0\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Forum ini dihadiri peserta dari berbagai negara seperti: Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, India serta Indonesia. APBI-ICMA diundang sebagai salah satu stakeholders yang mewakili pihak pelaku usaha.\\xa0\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Dalam opening remarks Michael Stanley\\xa0 World Bank yang mendalami kajian di sektor pertambangan menyampaikan bahwa negara-negara di dunia terus mengevaluasi kontribusi yang telah mereka tetapkan secara nasional (NDC) dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca. Pertemuan awal di Singapura pada November 2024 lalu menitikberatkan perlunya mengintegrasikan transisi energi dengan perubahan sosial yang lebih luas.\\xa0\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:/*#__PURE__*/a(\"strong\",{children:\"Beberapa rekomendasi untuk Transisi Berkeadilan\"})}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"1. Diversifikasi Ekonomi\\xa0\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Mendorong penciptaan lapangan kerja melalui perluasan sektor energi terbarukan, dengan mengubah lahan bekas tambang menjadi usaha yang berkelanjutan. Inisiatif pengembangan tenaga kerja yang komprehensif.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"2. Melibatkan Pemangku Kepentingan dengan cara membangun knowladge dan dukungan publik melalui kampanye serta kolaborasi melalui platform multi-stakeholders yang inklusif.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"3. Kerangka Tata Kelola & Kebijakan\\xa0\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Membentuk satgas dengan integrasikan prinsip-prinsip transisi ke dalam kebijakan nasional inti. Memastikan akuntabilitas melalui pemantauan dan feedback dari masyarakat.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Rencana kedepannya Coal Transition Learning Hub' akan diluncurkan pada pertengahan 2025.\"})]});export const richText20=/*#__PURE__*/n(e.Fragment,{children:[/*#__PURE__*/a(\"h4\",{children:\"Pemerintah terus mendorong hilirisasi komoditas mineral dan batu bara (minerba) sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang ingin mendorong laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 6 persen dalam beberapa tahun mendatang.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:'Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan bahwa hilirisasi akan menjadi instrumen penting untuk mencapai tujuan tersebut. \"Tidak ada cara lain yang harus kita lakukan untuk meningkatkan GDP dan pendapatan per kapita kita, selain dengan cara-cara terobosan baru. Hilirisasi adalah salah satu instrumen untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang kita inginkan,\" ujarnya saat membuka acara Mineral dan Batubara (Minerba) Expo di Balai Kartini, Jakarta, pada Senin (25/11).'}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Pada Peta Jalan Hilirisasi Investasi Strategis, pemerintah memproyeksikan total investasi mencapai USD618 miliar yang akan dialokasikan untuk 28 komoditas hilirisasi. Sekitar 91 persen dari besaran investasi tersebut terkonsentrasi di sektor ESDM, terutama untuk komoditas minerba serta minyak dan gas bumi.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:'\"Hilirisasi sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi, terbanyak atau 91?ri 28 komoditas itu, total investasi sampai dengan 2035-2040 kita butuhkan USD618 Miliar. Dari angka tersebut, sekitar 91?adi Kementerian ESDM. Minerba yang paling banyak,\" jelasnya.'}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Lebih lanjut, Bahlil mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana. Salah satu prinsip yang harus dijaga adalah keseimbangan antara permintaan dan penawaran komoditas agar harga komoditas tetap stabil di pasar global.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Bahlil juga menegaskan bahwa hilirisasi sektor minerba tidak hanya berdampak positif pada perekonomian nasional, tetapi juga pada perekonomian daerah. Menurutnya, dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh sektor ini sangat besar, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan daerah.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:'\"Multiplier effect-nya di daerah itu tinggi sekali. Jadi Minerba adalah salah satu instrumen pendongkrak ekonomi daerah. Ini kenapa kita harus saling mendukung,\" ujar Bahlil.'}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:\"Di akhir sambutannya, Bahlil mengajak para pengusaha di sektor minerba untuk berperan aktif dalam memberikan masukan terkait perbaikan tata kelola industri pertambangan. Ia berharap, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat menciptakan iklim investasi yang lebih baik, sekaligus menumbuhkan industri pertambangan yang lebih berkelanjutan.\"}),/*#__PURE__*/a(\"p\",{children:'\"Kami mohon dukungan dari teman-teman pengusaha. Sampaikan jika ada hal-hal yang perlu kami bantu atau perbaiki. Kami selalu terbuka untuk melakukan perbaikan, dengan tujuan agar dunia usaha dapat tumbuh dan berkembang, menciptakan lapangan pekerjaan, serta menghasilkan pajak dan royalti. Pada saat yang sama, negara akan menata agar proses ini berjalan lebih adil,\" pungkas Bahlil.'})]});\nexport const __FramerMetadata__ = {\"exports\":{\"richText15\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"richText1\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"richText11\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"richText9\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"richText5\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"richText3\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"richText13\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"richText18\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"richText\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"richText16\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"richText17\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"richText7\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"richText8\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"richText2\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"richText20\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"richText19\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"richText14\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"richText6\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"richText4\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"richText12\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"richText10\":{\"type\":\"variable\",\"annotations\":{\"framerContractVersion\":\"1\"}},\"__FramerMetadata__\":{\"type\":\"variable\"}}}"],
  "mappings": "oFAAiF,IAAMA,EAAsBC,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcD,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,4GAAoHE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,yBAAyB,CAAC,EAAE,iVAAiV,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,ohBAAohB,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,kdAAkd,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,8aAAya,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,2JAAmKE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,UAAU,CAAC,EAAE,4OAAuO,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,4SAAuS,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,wNAAwN,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeC,EAAuBH,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcC,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,ocAA0b,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,ieAA4d,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,0aAA0a,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,wdAAwd,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,qQAAqQ,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeE,EAAuBJ,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcC,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,wgBAA8f,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,sXAAsX,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,ijBAA4iB,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,mgBAA8f,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,ygBAAogB,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,4gBAA4gB,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,4WAA4W,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeG,EAAuBL,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcD,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,oEAAiFE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,6CAA6C,CAAC,EAAE,2GAAmHA,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,4HAA4H,CAAC,EAAE,mIAA8H,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,8WAA8W,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,6EAA0FE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,mBAAmB,CAAC,EAAE,mLAAgMA,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,4BAA4B,CAAC,EAAE,oHAAoH,CAAC,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,0HAAuIE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,oBAAoB,CAAC,EAAE,gWAA2V,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,yXAAyX,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,icAAic,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,gPAA6PE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,+BAA+B,CAAC,EAAE,wBAAwB,CAAC,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,8IAA2JE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,cAAc,CAAC,EAAE,gTAAgT,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,oNAAoN,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeI,EAAuBN,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcC,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,sWAA4V,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,geAA6eE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,gBAAgB,CAAC,EAAE,sCAAsC,CAAC,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,0FAAuGE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,cAAc,CAAC,EAAE,kPAAkP,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,4dAA4d,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,6XAA0YE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,WAAW,CAAC,EAAE,4KAA4K,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,sSAAsS,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,wQAAgRE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,uBAAuB,CAAC,EAAE,WAAwBA,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,+BAA+B,CAAC,EAAE,oFAA+E,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,6UAAmU,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,kQAA6P,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,oBAAiCE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,UAAU,CAAC,EAAE,kIAA+IA,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,uCAAuC,CAAC,EAAE,+DAA+D,CAAC,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,6UAAqVE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,YAAY,CAAC,EAAE,8FAAyF,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,8LAA8L,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeK,EAAuBP,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcC,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,sXAAiX,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,kkBAAkkB,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,+bAA+b,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,sWAAsW,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,saAAsa,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,+XAA+X,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeM,EAAuBR,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcC,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,oaAAoa,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,kgBAA6f,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,uSAAkS,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,yQAA+P,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,8YAA8Y,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,mMAAyL,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,0FAA0F,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,uKAAuK,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,0OAA0O,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,uJAAuJ,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,6RAA6R,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,6UAA6U,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,uUAAuU,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,mPAAmP,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,8TAA8T,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,4dAA4d,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeO,EAAuBT,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcD,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,+BAAuCE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,gCAAgC,CAAC,EAAE,oBAAiCA,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,kDAAkD,CAAC,EAAE,8MAA8M,CAAC,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,2ZAAwaE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,cAAc,CAAC,EAAE,0DAA0D,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,qZAAqZ,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,0aAAga,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,yYAAyY,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,0OAA0O,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeQ,EAAuBV,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcC,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,oWAA+V,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,qWAAqW,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,kPAAkP,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,sSAAsS,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,kIAAkI,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeS,EAAuBX,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcC,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,uTAAkT,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,uTAAuT,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,2OAAiO,CAAC,EAAeA,EAAE,MAAM,CAAC,IAAI,GAAG,UAAU,eAAe,OAAO,OAAO,IAAI,sEAAsE,OAAO,8bAA8b,MAAM,CAAC,YAAY,aAAa,EAAE,MAAM,MAAM,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,qWAAqW,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,qTAAqT,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,gOAAgO,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeU,EAAwBZ,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcC,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,ggBAAsf,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,6cAA6c,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,mQAAmQ,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,mVAAmV,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeW,EAAwBb,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcD,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,oKAAiLE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,sBAAsB,CAAC,EAAE,mBAA2BA,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,8FAAyF,CAAC,EAAE,uNAAkN,CAAC,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,sQAAmRE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,uCAAuC,CAAC,EAAE,iDAAiD,CAAC,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,gLAAwLE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,sBAAsB,CAAC,EAAE,+LAA0L,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,4WAA4W,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,iQAAuP,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,+IAA4JE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,YAAY,CAAC,EAAE,4JAA4J,CAAC,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAcE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,sBAAsB,CAAC,EAAE,mRAAmR,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeY,EAAwBd,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcC,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,iYAAiY,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,kMAAkM,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,0PAA4P,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,wWAAwW,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,0QAA0Q,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,iVAAiV,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,wWAAwW,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,6NAA6N,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,sWAAsW,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAea,EAAwBf,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcC,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,iUAAiU,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,2OAAiO,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,+LAA+L,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,wRAAwR,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,8EAA2FE,EAAE,SAAS,CAAC,SAAS,qCAAqC,CAAC,EAAE,6HAA6H,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,kPAAkP,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,4MAA4M,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,2YAA2Y,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,6RAA6R,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,qQAAqQ,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,0NAA0N,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAec,EAAwBhB,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcC,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,8VAA8V,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,ufAAogBE,EAAE,KAAK,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,CAAC,EAAE,2bAAwcA,EAAE,KAAK,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,CAAC,EAAE,sPAAmQA,EAAE,KAAK,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,CAAC,EAAE,sPAAsP,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAsBA,EAAE,SAAS,CAAC,SAAS,yFAAyF,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeF,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,CAAcE,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,mLAAmL,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,+YAA+Y,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,0HAA0H,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,qOAAqO,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,6PAA6P,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,wLAAwL,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,sOAAsO,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,2JAA2J,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,2NAA2N,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,sFAAsF,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,+IAA+I,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,kJAAkJ,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,goBAA6oBE,EAAE,KAAK,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,CAAC,EAAE,wjBAAqkBA,EAAE,KAAK,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,CAAC,EAAE,yUAAsVA,EAAE,KAAK,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,CAAC,EAAE,iSAAiS,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAee,EAAwBjB,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcC,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,iwBAAiwB,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,wVAAwV,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAsBA,EAAE,SAAS,CAAC,SAAS,kBAAkB,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeF,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,CAAcE,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,0CAA0C,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,iDAAiD,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,6CAA6C,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,2BAA2B,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,2CAA2C,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,kCAAkC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,0BAA0B,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAsBA,EAAE,SAAS,CAAC,SAAS,kBAAkB,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeF,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,CAAcE,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,0CAA0C,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,6CAA6C,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,sCAAsC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,uBAAuB,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,8BAA8B,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,2CAA2C,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,8BAA8B,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,KAAK,CAAC,kBAAkB,IAAI,SAAsBA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,sBAAsB,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,uIAAoJE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,kBAAkB,CAAC,EAAE,2JAA2J,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,4ZAA4Z,CAAC,EAAeF,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,CAAC,+mBAA4nBE,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,UAAU,CAAC,EAAE,uBAAuB,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,gcAAgc,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,6zBAA6zB,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAsBA,EAAE,SAAS,CAAC,SAAS,6CAA6C,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,2OAA2O,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,gVAAgV,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,sRAAiR,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,kdAAkd,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAegB,EAAwBlB,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcC,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,kXAAkX,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,6MAAmM,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,+XAA+X,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,wQAA8P,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,6XAA6X,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,kXAAwW,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,+SAA+S,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,8gBAA8gB,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeiB,EAAwBnB,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcC,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,8SAA+R,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,yOAAyO,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,6UAA6U,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,iRAAiR,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,mKAAmK,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAekB,EAAwBpB,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcC,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,wUAAwU,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,6TAA8S,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,2RAAiR,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,qaAAqa,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,4dAAkd,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,0YAA0Y,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,qcAAqc,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,q1BAAq1B,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,qsBAA2rB,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,ypBAAypB,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,wiBAAwiB,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAemB,EAAwBrB,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcC,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,2iBAA2iB,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,kNAAkN,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,oaAAoa,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAsBA,EAAE,SAAS,CAAC,SAAS,iDAAiD,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,8BAA8B,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,8MAA8M,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,6KAA6K,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,yCAAyC,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,2KAA2K,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,0FAA0F,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAAeoB,EAAwBtB,EAAIC,EAAS,CAAC,SAAS,CAAcC,EAAE,KAAK,CAAC,SAAS,+UAA+U,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,ofAAof,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,qTAAqT,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,6PAA6P,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,iPAAiP,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,oTAAoT,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,gLAAgL,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,8VAA8V,CAAC,EAAeA,EAAE,IAAI,CAAC,SAAS,iYAAiY,CAAC,CAAC,CAAC,CAAC,EAC1i0EqB,EAAqB,CAAC,QAAU,CAAC,WAAa,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,UAAY,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,WAAa,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,UAAY,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,UAAY,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,UAAY,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,WAAa,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,WAAa,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,SAAW,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,WAAa,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,WAAa,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,UAAY,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,UAAY,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,UAAY,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,WAAa,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,WAAa,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,WAAa,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,UAAY,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,UAAY,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,WAAa,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,WAAa,CAAC,KAAO,WAAW,YAAc,CAAC,sBAAwB,GAAG,CAAC,EAAE,mBAAqB,CAAC,KAAO,UAAU,CAAC,CAAC",
  "names": ["richText", "u", "x", "p", "richText1", "richText2", "richText3", "richText4", "richText5", "richText6", "richText7", "richText8", "richText9", "richText10", "richText11", "richText12", "richText13", "richText14", "richText15", "richText16", "richText17", "richText18", "richText19", "richText20", "__FramerMetadata__"]
}
